30 Jul

Tips : Kiat Cerdas Menghadapi Wawancara

KIAT CERDAS MENGHADAPI WAWANCARA

  Membicarakan dunia kerja yang luas maka tidak terlepas juga dari proses wawancara, umumnya yang terbentuk dala benak kita “Bagaimanakah agar wawancara kita bejalan dengan sukses”. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa anda persiapkan sebelum mengikuti wawancara, selamat mengikuti J :

Inti dari wawancara adalah untuk memastikan apakah seorang kandidat sesuai dengan hasil tes sebelumnya dan dengan CV yang dituliskan. Wawancara juga berguna untuk bertemu langsung secara fisik dengan seorang kandidat serta mengetahui sikap dan cara berpikirnya. Wawancara bisa membuat interviewer semakin yakin Anda adalah orang yang tepat dan sebaliknya bisa pula menjadi ragu karena kualitas diri Anda tidak sesuai dengan CV atau hasil tes sebelumnya.

 

Persiapan

Persiapan adalah kunci utama dalam keberhasilan. Faktanya, banyak orang tidak memiliki persiapan khusus saat akan menghadapi wawancara kerja. Yang perlu diingat, dalam proses seleksi, wawancara merupakan tahapan akhir untuk memastikan apakah seseorang layak atau tidak dengan posisi tersebut. Dengan melakukan persiapan yang baik, maka peluang kita untuk diterima tentu semakin besar, semoga cara berikut bisa banyak membantu anda :

 

Informasi

  1.  Periksa dan pelajari kembali CV anda terkait dengan informasi mengenai kemampuanyang anda miliki, pengalaman anda dalam bidang tersebut, serta informasi mengenai training atau pelatihan yang pernah anda ikuti. Fokuskan semua detail pada bagian relevan dari posisi yang anda lamar, hal ini akan banyak membantu interviewer mengenali kemampuan anda.
  2. Pelajari dan cari tahu informasi mengenai perusahaan yang anda tuju, cari tahu mengenai visi dan misi, serta apa saja produknya, type orang yang bagaimana seluruh staffnya. Hal ini akan banyak membantu anda dalam menumbuhkan percaya diri saat akan menghadapi pewawancara sekaligus minat anda dalam bekerja.
  3. Catat semua informasi yang berkaitan dengan jadwal interview anda. Hari, tanggal, waktu, orang yang akan anda temui serta dokumen yang harus anda siapkan untuk proses tersebut, pastikan anda tiba tepat waktu, anda tidak ingin kehilangan kesempatan dan menampilkan kesan pertama yang jauh dari harapan bukan?
  4. Berlatih beberapa pertanyaan sulit dan bagaimana Anda akan menjawabnya. Ini akan menghemat waktu dan Anda tidak perlu berpikir terlalu lama saat proses interview.

 

Proses Wawancara

Dalam menghadapi wawancara, tunjukkan rasa percaya diri namun tetap santun. Meski saudara merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk saudara. Sebab  kenyataannya,saudara seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya? tidak cerdas dan taktis dalam menjawab pertanyaan Ingat Anda mungkin membutuhkan pekerjaan tersebut, tapi jangan lupa perusahaan juga membutuhkan Anda.

 

  1. 1.    Ceritakan Tentang Diri Anda

Di awal wawancara, biasanya Anda akan diminta memperkenalkan diri. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ceritakan siapa diri Anda, latar belakang pendidikan dan pekerjaan sebelumnya serta mengapa Anda melamar pekerjaan tersebut. Jangan terlalu singkat karena perekrut sebenarnya ingin mendengarkan Anda. Tapi jangan pula terlalu panjang sehingga perekrut menjadi bosan. Perhatikan bahasa tubuh interviewer apakah dia sudah merasa cukup dengan jawaban Anda atau belum.

 

seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika saudara membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. “Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya”. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata saudara, siapa saudara?” atau “Ceritakan sesuatu tentang saudara”, banyak diantara kita menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.

 

Dan yang akan muncul adalah jawaban : “Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tidak banyak yang dapat saya  ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih kita sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar saudara sebaiknya merendahkan diri, sebagai upaya mencuri hati interviewer. “Tetapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa saudara sebenarnya tidak yakin dengan diri saudara. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,”.

 

Jadi mulailah dengan menceritakan tentang diri anda mulai dari kemampuan yang anda miliki dalam bidang yang anda minati, kebiasaan serta hobi dan lingkungan yang menurut anda nyaman dan membuat anda mampu mengoptimalkan kemampuan anda dalam bidang yang anda inginkan. Hal ini membuat diri anda menjadi terlihat ramah dan terbuka, ini adalah jawaban yang cerdas yang diinginkan banyak interviewer.

 

Di awal wawancara, biasanya Anda akan diminta memperkenalkan diri. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ceritakan siapa diri Anda, latar belakang pendidikan dan pekerjaan sebelumnya serta mengapa Anda melamar pekerjaan tersebut. Jangan terlalu singkat karena perekrut sebenarnya ingin mendengarkan Anda. Tapi jangan pula terlalu panjang sehingga perekrut menjadi bosan. Perhatikan bahasa tubuh interviewer apakah dia sudah merasa cukup dengan jawaban Anda atau belum.

 

 

Wawancara adalah proses komunikasi dua arah. Interviewer bertanya dan Anda menjawab. Dalam setiap komunikasi kedua belah pihak harus saling menghargai. Jadi dengarkan baik-baik pertanyaan yang diajukan. Pahami terlebih dahulu maksud pertanyaan interviewer sebelum Anda mulai menjawab. Jika Anda merasa kurang jelas dengan pertanyaannya, jangan ragu-ragu untuk bertanya atau melakukan konfirmasi. Hal ini penting dan interviewer biasanya akan senang hati mengulang pertanyaannya. Jangan menjadi orang pintar yang menjawab meskipun pertanyaannya sendiri belum jelas.

 

Bagaimana jika Anda tidak mengetahui jawaban atas sebuah pertanyaan? Ada orang yang memaksakan menjawab dan berputar-putar ke sana kemari dalam usahanya memberikan jawaban. Ini adalah cara yang keliru. Interviewer akan memandang Anda sebagai orang yang memaksakan diri padahal tidak tahu. Gunakan cara yang lebih elegan. Jika Anda benar-benar tidak tahu jawaban sebuah pertanyaan yang sulit, maka Anda bisa memberikan sedikit penjelasan tentang apa yang Anda ketahui dan mengakui untuk bagian tertentu yang ditanyakan Anda belum mengetahui jawabannya saat ini. Interviewer akan lebih menghargai pernyataan jujur ketimbang jawaban yang dipaksakan.

 

  1. 2.    Apa Yang Ingin Diketahui Oleh Interviewer?

 

Pada dasarnya interviewer ingin menggali dari seorang kandidat untuk memastikan apakah orang tersebut cocok dengan pekerjaan yang ditawarkan atau tidak. Karenanya interviewer akan bertanya, melakukan konfirmasi, ataupun meminta penjelasan atas apa-apa yang pernah Anda lakukan sebelumnya. Sekaligus interviewer juga mungkin bertanya atas pandangan Anda terhadap suatu hal.

 

Dalam banyak wawancara, Anda akan ditanyakan tentang apa yang pernah dilakukan di masa lalu. Hal ini berguna sebagai prediksi atas kemampuan dan kinerja Anda di masa mendatang. Karenanya Anda harus menceritakan apa yang pernah Anda lakukan, bagaimana prosesnya, apa yang dipelajari dari keberhasilan atau kegagalan.

 

Gunakan kalimat aktif yang menjelaskan apa yang Anda telah lakukan dan hasil yang diperoleh. Jangan menjelaskan apa yang akan Anda lakukan di masa yang akan datang karena bagi interviewer hal tersebut tidak relevan.

 

Hal paling penting Anda kuasai adalah apa yang telah dipelajari dari pengalaman kerja sebelumnya dan bagaimana Anda memanfaatkan pengalaman tersebut. Anda juga perlu mengingat prestasi khusus yang telah diperoleh di masa lalu. Tidak hanya itu, kuasai hal-hal tertentu baik berupa tantangan terberat, kegagalan, maupun pencapaian dari setiap pengalaman sebelumnya. Dengan cara ini interviewer akan mendapatkan informasi berharga dari Anda.

 

Menghadapi Pertanyaan Sulit

 

Adakalanya interviewer mengajukan pertanyaan sulit yang tidak Anda duga. Sebenarnya pertanyaan sulit tersebut masih bisa diduga jika Anda telah melakukan persiapan. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang perlu Anda renungkan dan cari jawabannya sebelum hadir dalam sebuah wawancara kerja. Pertanyaan ini mungkin ditanyakan oleh seorang interviewer dan dengan persiapan yang baik Anda bisa memberikan jawaban yang mengesankan. Ingat, pertanyaan ini kadang tidak mudah dan Anda perlu menggali jauh ke dalam diri Anda sendiri untuk menemukan jawabannya:

Mengapa Anda memilih melamar pada pekerjaan ini?

Apa yang Anda sukai dan tidak sukai dari pekerjaan Anda sebelumnya?

Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan yang dimiliki sekarang?

Kesuksesan seperti apa yang Anda bayangkan dalam 5 tahun ke depan?

Apa kelebihan diri Anda sehingga layak diterima di perusahaan ini dibandingkan kandidat lainnya?

Apa kelemahan terbesar diri Anda? Bagaimana Anda mengatasinya?

Apa yang Anda cari dari pekerjaan yang dilamar sekarang?

Persoalan apa yang pernah Anda hadapi di pekerjaan sebelumnya? Bagaimana Anda menyelesaikan persoalan tersebut?

 

Penutup

Demikianlah sekelumit yang dapat saya ceritakan untuk menghadapi wawancara kerja. Dalam pengalaman melakukan wawancara, saya sering menemukan kandidat yang sebenarnya baik secara akademis, skill, dan pengalaman namun tidak bisa menjelaskan dengan baik hal-hal tersebut dalam proses wawancara. Ada kalanya interviewer masih bisa membaca potensi dalam diri seorang pelamar yang seperti itu dan menerimanya. Namun tak jarang potensi tadi tertutupi dan interviewer lebih memilih kandidat lain yang meyakinkan.

 

Selamat menghadapi wawancara kerja. Semoga sukses buat Anda.

 

 

Sumber : Disadur dari berbagai media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Karindra Building Lt. 3A No. 3 Jl. Palmerah Selatan No. 30A Jakarta Pusat – 10270 Phone: 021-53668179 (working days, 9.00-16.00 WIB) Fax: 021-53668673